Saturday, June 20, 2015

KETEGUHAN HATI NABI MUHAMMAD SAW. DALAM BERDAKWAH

Dakwah yang dilakukan Nabi Saw. secara terang-terangan ditentang dan ditolak oleh kaum quraisy, dengan alasan bahwa mereka tidak dapat meninggalkan agama yang telah mereka warisi dari nenek moyang mereka, dan sudah menjadi bagian dari tradisi kehidupan mereka.

Pada saat itulah Rasulullah Saw. mengingatkan dan menasihati mereka tentang perlunya membebaskan akal dan pikiran mereka dari belenggu taqlid. Selanjutnya dijelaskan oleh Nabi Saw. bahwa tuhan-tuhan yang 
mereka sembah itu tidak dapat memberi manfaat atau menolak bahaya sama sekali.

Tradisi nenek moyang mereka dalam menyembah tuhan-tuhan itu tidak dapat dijadikan alasan kuat untuk diikuti, karena itu adalah taqlid buta. Firman Allah di ayat lain menggambarkan bagaimana jawaban mereka dan kerasnya penolakan mereka, (Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul." Mereka menjawab, "Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya)." Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?)

Ketika Nabi Saw. mencela tuhan-tuhan mereka, membodohkan mimpi-mimpi mereka, dan mengecam tindakan taqlid buta kepada nenek moyang mereka dalam menyembah berhala, mereka menentangnya dan sepakat untuk memusuhunya, kecuali pamannya Abu Thalib yang membelanya.(Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buti, Fiqhus Sirati, 1990: 72-73).

Sangat berat bukan rintangan Nabi Muhamad SAW dalam berdakwah, melalui hadits-Nya nabi seringkali mengingatkan kita agar selalu menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.


No comments:

Post a Comment

"Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar"